Kata-Kata Mutiara Orang Terkenal

Kata Kata Mutiara - Apa sih arti kata mutiara ? mungkin dalam benak Anda menanyakan itu. Kata mutiara sendiri memang sulit untuk di pahami, yang jelas ketika kita membaca Kata Kata Mutiara Bijak perasaan kita akan tergerak dan hati akan tergugah.

Kiat Menghafal Al-Quran

Mulai menghafal dari satu mushaf, tidak berganti-ganti. Karena inilah di antara sebab yang membuat kita cepat lupa. Perlu diketahui bahwa ketika kita telah menghafal satu halaman mushaf, maka kita biasanya akan bergantung dan ingatan kita akan selalu mengarah ke lembaran yang telah kita hafal.

1000 Kebaikan Dalam Sehari

“Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?”. Beliau menjawab, “Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) seratus kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.”

Tuntunan Puasa DiBulan Rajab

Ini pesan dari seseorang: "Tgl. 22 mei kita msuk awal bulan rajab. Barang siapa puasa 2 hari d awal rajab seakan ibadah 2 thn . Barang siapa mengingatkan org lain ttg ini seakan ibadah 80 thn." Bagaimana puasa khusus di Bulan Rajab?Apakah ada tuntunan? Adakah dalil yang mendukungnya?

makna 'menyukaimu'

sebelumnya maaf, mungkin kata-kata yang aku tulis ini nggak rapi, nggak bagus, nggak gampang dipahami, nggak baku, nggak apa aja deh. aku juga lagi nggak lagi pengen formal sekarang. tapi, mungkin lain waktu aku bakalan perbaiki tulisanku ini. 

sebuah cerita mungkin memang lebih baik jika diceritakan dengan bagian awal adalah perkenalan. tapi, aku rasa aku tidak perlu memperkenalkan siapa di sini. aku juga tidak suka bagian perkenalan yang hampir selalu membosankan. terserah kalian, silahkan berfantasi sendiri dengan ini.  


aku tidak yakin dengan ucapakanku jika aku mengucapkan 'aku tidak menyukainya. perasaanku biasa saja seperti sayur tanpa garam.' tapi, aku jika tidak bisa sepenuhnya yakin dengan ucapanku jika aku mengucapkan 'aku menyukainya. aku menyukai kehadirannya yang sungguh tak pernah ku duga sebelumnya. sekarang, aku bahkan mulai selalu menanti-nanti kehadirannya' tapi, apakah benar aku menanti-nantinya? aku tidak yakin. yang aku yakin adalah ada perasaan senang tapi ada perasaan sebel waktu smsan sama dia. entahlah, terkadang memang ada sesuatu yang membingungkan bagi kita kan?


jika aku boleh, aku ingin sekali mengatakan ini padanya "aku (mungkin) menyukaimu. tapi aku masih bingung arti 'menyukaimu' di sini. mungkin, kita bisa berlama-lama membiarkan semua terjadi begitu saja. tapi, mungkin tidak. aku butuh sebuah keputusan, aku akan menganggapmu ada atau tidak. akan akan menerangi harapan-harapan itu atau membiarkan harapan-harapan itu kosong."


aku memang sudah terbiasa berkata apa saja padanya, berkata sejujurnya bahkan tentang perasaan terpendam-menganggap kamu bukanlah tokoh dalam ceritaku. meskipun aku tahu, itu tidak berlaku untukmu. aku bahkan meragukan atas apa yang kau utarakan padaku. itu hal yang benar atau hanya untuk hiburan semata. 

aku bahkan ingin sekali mengatakan jika aku (mungkin) menyukaimu. tapi, aku takut jika makna 'menyukaimu' di sini tidak lebih dari sekedar teman, sahabat, kakak, atau yang lainnya dan bukan hal yang patut dilebih-lebihkan. dan aku takut jika ternyata makna 'menyukaimu' itu tidak seperti apa yang kau pikirkan. aku takut, aku terlanjur menerangi harapan itu jika sebenarnya aku harus membiarkan harapan-harapan itu kosong. bukankah memang lebih baik membiarkan kertas putih tetap putih jika akan ada orang lain yang akan menggunakan kertas putih dengan baik tidak sekedar dicoret-coret asal?


tapi, kau tahu tidak? aku juga sudah merasakan kedatanganmu dalam hidupku. bahkan kedatanganku telah menduniai hidupku. dan aku akan bersedih (tentunya!) jika kamu akan lenyap begitu saja dari hidupku. 


dan apa kalian tahu, aku semakin bingung setelah menuliskan ini.

Ayahku (bukan) Pembohong

Judul     : Ayahku (bukan) Pembohong
Penulis  : Tere-Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2011
Tebal    : 304 halaman
Terbit    : 7 April 2011












Kisah ini menceritakan tentang seorang anak yang dibesarkan oleh cerita-cerita petualangan Sang Ayah. Anak yang bernama Dam itu senang dengan cerita Sang Ayah. Dan juga percaya bahwa cerita-cerita Ayahnya adalah kenyataan.

Ketika umur Dam bertambah, pikirannya lebih banyak menggunakan logika. Dam akhirnya menganggap bahwa cerita-cerita Ayahnya hanyalah sebuah dongeng yang digunakan untuk mendidiknya, itu saja tidak lebih.

Dam membenci cerita-cerita Ayahnya. Ayah yang dihormati siapa saja. Ayah yang selalu jujur. Tapi Dam benci kenapa Ayahnya tidak jujur kepadanya tentang cerita-cerita itu, jika cerita itu hanyalah sebuah dongeng. Tiap Dam menanyakan pada Ayahnya, Dam hanya mendapatkan jawaban bahwa itu nyata.

Ketika Dam sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Ayah tinggal serumah dengan Dam meski dengan perjuangan Taani(istri Dam) membujuk Ayah untuk meninggalkan rumah lama yang memiliki banyak kenangan.

Setiap malam Ayah bercerita pada cucu-cucunya. Dam semakin membencinya. Tapi Taani membujuknya untuk membiarkannya. Hingga suatu malam, ketika Dam sudah tidak sabar lagi, setelah anak-anaknya membolos sekolah beberapa hari untuk keperpustakaan--mencari cerita-cerita Ayah nyata atau tidak.

Suatu malam, Dam membicarakan semuanya. Semua ketidaksukaannya terhadap Ayah yang menceritakan dongeng-dongeng itu. Dam pun mengancam jika Ayah tidak menghentikan dongeng-dongeng itu, maka Ayah harus pergi dari rumahnya. Ayah pun memutuskan untuk pergi dari rumah.

Keesokan harinya, Taani menerima telepon yang mengabarkan bahwa Ayah ditemukan pingsan di pemakaman kota. Keluarga Dam segera bergegas ke rumah sakit. Dam menunggu Ayah berhari-hari. Hingga Ayah sadar, Ayah segera menceritakan tentang Ibu. Tentang Ibu yang dulu artis, tentang Ibu yang dulu kaya raya namun Ibu memilih untuk hidup sederhana

Pemakaman kota ramai. Mungkin itu menjadi pemakaman teramai. Tidak disangka kehadiran seseorang membuat Dam tahu bahwa Ayah bukan pembohong.
----
Novel ini mengajarkan tentang hidup bahagia yang sederhana.

Sepenggal Kisah Kecil


Satu tahun yang lalu kau datang. Satu tahun kita berteman. Lima tahunku pun terlewati sudah tanpamu. Kenangan kecil itu belum terlupakan olehku. Wajahmu yang selalu dihiasi senyuman khas itu atau gigi putihmu saat kau tertawa. Baju yang basah kuyup saat berangkat pramuka, namun senyuman khas itu tetap menghiasi wajahmu. Dan aku takjub melihatmu saat itu. Tak pernah ada gurat kesedihan dalam wajah kanak-kanakmu.  Melihat wajahmu selalu menyenangkan bagiku. Tanganmu yang pernah menuliskan surat kecil dari potongan kertas kecil di sela-sela pelajaran. Aku tidak tahu apalagi yang aku ingat selain hal kecil itu-tetapi selalu berarti dalam hidupku, selalu teringat meski sudah lima tahun yang lalu. 

Masa lalu. Aku tahu benar kata itu. Masa lalu yang memang lebih baik tidak diapa-apakan, termasuk dibahas, mau diapakan juga tidak akan berubah. Tapi, bayanganmu semalam hadir . Kenangan-kenangan kecil itu terputar lagi meski itu film lama. Dan aku tidak bisa mencegah jemariku menuliskan ini. Semua sudah terasa indah saat aku mengenangmu. Tidak ada lagi sedih yang yang mendalam. Aku bisa merasakan bahagia saat mengenang masa-masa itu. Sungguh. Tapi, rasa rindu itu tetap menemaniku.

Kapan kau hadir tiba-tiba dalam hidupku lagi? Tapi jangan lagi pergi tiba-tiba dari hidupku lagi, setidaknya ucapkan 'selamat tinggal'.

***a ****a *****a
It always be good names in my life.