Kata-Kata Mutiara Orang Terkenal

Kata Kata Mutiara - Apa sih arti kata mutiara ? mungkin dalam benak Anda menanyakan itu. Kata mutiara sendiri memang sulit untuk di pahami, yang jelas ketika kita membaca Kata Kata Mutiara Bijak perasaan kita akan tergerak dan hati akan tergugah.

Kiat Menghafal Al-Quran

Mulai menghafal dari satu mushaf, tidak berganti-ganti. Karena inilah di antara sebab yang membuat kita cepat lupa. Perlu diketahui bahwa ketika kita telah menghafal satu halaman mushaf, maka kita biasanya akan bergantung dan ingatan kita akan selalu mengarah ke lembaran yang telah kita hafal.

1000 Kebaikan Dalam Sehari

“Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?”. Beliau menjawab, “Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) seratus kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.”

Tuntunan Puasa DiBulan Rajab

Ini pesan dari seseorang: "Tgl. 22 mei kita msuk awal bulan rajab. Barang siapa puasa 2 hari d awal rajab seakan ibadah 2 thn . Barang siapa mengingatkan org lain ttg ini seakan ibadah 80 thn." Bagaimana puasa khusus di Bulan Rajab?Apakah ada tuntunan? Adakah dalil yang mendukungnya?

Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan

macam-macam majas

Majas perbandingan

1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh : Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
2. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
Contoh : Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.
3. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
Contoh : Kasih saying Ibu itu hangat layaknya sinar mentari pagi.
4. Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
Contoh : Aku menyukai padang rumpun karena suaranya tenang sekali.
5. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek
COntoh : Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
6. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
Contoh : Si gemuk tu makan saja daritadi.
7. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh : Pelaku tabrak lari itu menaiki Kijang kapsul hitam.
8. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
Contoh : Kucing mina sangat manis menawan, karena itu Mina sangat menyukainya.
9. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
Contoh : Dimana saya dapat menemukan kamar kecilnya?
10. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
Contoh : perilakunya seperti ular yang menggeliat.

11. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
Contoh : Kita bermain ke rumah Lina
12. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
contoh : keduanya hanya cinta monyet
13. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh : Indonesia bertanding Volly melawan Thailand.
(menyebutkan seakan-akan seluruh bangsa Indonesia bermain
padahal hanya 6 orang yg bermain)
Dalam mengahafal sinekdoce yang terbagi pars pro toto dan tontem pro parte sering terbalik agar tidak terbalik gunakan trik :
Pars = sebagian artinya sebagian untuk seluruh.

MAJAS PERTENTANGAN

1. Oksimoron
Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.
Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
2. Paradoks
Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
Contoh : Gajinya besar tapi hidupnya melarat.
3. Antitesis
Majas yang menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
Contoh : Hitam dan putih adalah warna kesukaanku.

MAJAS SINDIRAN

1. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
Contoh : Masa menulis saja tidak bisa, bodoh sekali kamu!

Majas penegasan

1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya
3. Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang
7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan
8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya
12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
Contoh : inikah yang kau namai bekerja?
14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini.
15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
Contoh ; Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.


Elektronika - cara menggunakan multimeter

Cara menggunakan Multimeter

Mengukur tegangan DC
1. Atur Selektor pada posisi DCV.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
3. Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
4. Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe warna hitam pada titik (-) tidak boleh terbalik.
5. Baca hasil ukur pada multimeter.

Mengukur tegangan AC
1. Atur Selektor pada posisi ACV.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
4. Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
5. Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
6. Baca hasil ukur pada multimeter.


Mengukur kuat arus DC

1. Atur Selektor pada posisi DCA.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek, misal : arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas ukur 250mA atau 500mA.
3. Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan fuse (sekring) harus diganti dulu.
4. Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat pengukuran tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti kita memutus salah satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter sebagai penghubung.
5. Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan probe (-) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan dicek pemakaian arusnya.
6. Baca hasil ukur pada multimeter.


Mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap

1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
3. Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
4. Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
5. Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.

Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR)
1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur.
Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur.
3. Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
4. Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR.

Mengecek hubung-singkat / koneksi
1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur X 1 (kali satu).
3. Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung kabel/terminal yang akan dicek koneksinya.
4. Baca hasil ukur pada multimeter, semakin kecil nilai hambatan yang ditunjukkan maka semakin baik konektivitasnya.
5. Jika jarum multimeter tidak menunjuk kemungkinan kabel atau terminal tersebut putus.

Mengecek diode
1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
3. Hubungkan probe multimeter (-) pada anoda dan probe (+) pada katoda.
4. Jika diode yang dicek berupa led maka batas ukur pada X1 dan saat dicek, led akan menyala.
5. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti dioda baik, jika tidak menunjuk berarti dioda rusak putus.
6. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada anoda dan probe (-) pada katoda.
7. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti dioda baik, jika bergerak berarti dioda rusak bocor tembus katoda-anoda.


Mengecek transistor NPN

1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
3. Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor .
4. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
5. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
6. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, 7. jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
8. Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
9. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
10. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
11. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
12. Hubungkan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor.
13. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
Note : pengecekan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) padakolektor tidak diperlukan.

Mengecek transistor PNP
1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
3. Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
4. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
5. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor.
6. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
7. Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
8. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
9. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
10. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
Hubungkan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) pada kolektor.
11. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
Note : pengecekan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor tidak diperlukan.

Mengecek Kapasitor Elektrolit (Elko)
1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF.
3. Hubungkan probe multimeter (-) pada kaki (+) elko dan probe (+) pada kaki (-) elko.
4. Pastikan jarum multimeter bergerak kekanan sampai nilai tertentu (tergantung nilai elko) lalu kembali ke posisi semula.
5. Jika jarum bergerak dan tidak kembali maka dipastikan elko bocor.
6. Jika jarum tidak bergerak maka elko kering / tidak menghantar.

Elektronika - multimeter/multitester

Multimeter sering disebut AVO Meter. Avometer berasal dari kata ”AVO” dan ”meter”.
A : ampere, untuk mengukur arus listrik. Kuatarus diukur dengan amperemeter
V : volt, untuk mengukur volt atau tegangan. Tegangan diukur dengan voltmeter
O : ohm, untuk mengukur ohm atau hambatan. Hambatan diukur dengan ohmmeter.
Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran.
Secara umum, pengertian dari AVO meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.

Berdasarkan prinsip kerjanya, multmeter atau multitester dibagi menjadi dua jenis :
1. Multimeter analog
2. Multimeter digital
Pada multimeter digital, hasil pengukuran dapat terbaca langsung berupa angka-angka (digit), sedangkan multimeter analog tampilannya menggunakan pergerakan jarum untuk menunjukkan skala, untuk memperoleh hasil ukur  harus dibaca berdasarkan range atau divisi.

Kelebihan multimeter analog harganya lebih murah dari pada jenis multimeter digital. Multimeter analog kebanyakan hanya digunakan untuk mengetahui baik atau jeleknya komponen dan memeriksa sambungan suatu rangkaian.
Multimeter digital mempunyai daya baca pengukuran lebih tepat dibandingkan dengan multimeter analog. Namun, harganya belinya lebih mahal.

Prinsip kerja Multimeter dan alat ukur listrik

Jika sebuah kawat penghantar dialiri alur listrik, maka disekitar kawat penghantar akan terjadi medan magnet. Besarnya medan magnet bergantung pada besarnya arus yang mengalir lewat kawat penghantar tersebut.
Apabila dialiri arus listrik DC pada kawat penghantar, maka kutub magnet yang sejenis dan kutub magnet tetap menjadi tolak-menolak. Kawat penghantar yang mudah bergerak akan terlempar. Gerakan dari kawat ini dihubungkan dengan jarum. Jauh dekatnya gerakan jarum tergantung pada kuat arus listrik yang mengalir.


1. Mengukur Nilai resistor

Fungsi posisi AVO meter adalah sebagai berikut :
a.Posisi x 1 ohm digunakan untuk mengukur nilai resistor dari 0 sampai 10 ohm.
b.Posisi x 10 ohm digunakan untuk mengukur nilai resistor dari 10 sampai 100 ohm.
c. Posisi x 100 ohm digunakan untuk mengukur nilai resistor dari 100 sampai 1 kilo ohm
d. Posisi x 1 kilo ohm digunakan untuk mengukur nilai resistor dari 1 kilo ohm sampai 1 mega

Jika pengukuran dilakukan dengan multimeter analog, hasil pengukuran dapat dilihat melalui pergerakan jarum meter di atas skala yang sesuai dengan selector yang dipilih. Usahakan jarum positif dan jarum negatif pada multimeter analog jangan sampai terbalik saat pengukuran tegangan DC (Direct Current), disamping itu pemilihan selector dan skala pun harus tepat karena dapat mengakibatkan rusaknya alat ukur tersebut.

Langkah-langkah mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap
1. Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
3. Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
4. Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
5. Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.

b. mengukur tegangan DC
Langkah-langkah mengukur tegangan DC
1. Atur Selektor pada posisi DCV.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
3. Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak  rusak.
4. Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe  warna hitam pada titik (-) tidak boleh terbalik.
5. Baca hasil ukur pada multimeter.

3. Mengukur tegangan AC
Langkah-langkah mengukur tegangan AC
a. Atur Selektor pada posisi ACV.
b. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
c. Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
d. Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
e. Baca hasil ukur pada multimeter.

perdagangan internasional

Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah transaksi barang atau jasa antarnegara melalui ekspor dan impor dengan tujuan memperoleh keuntungan. Ekspor adalah perdagangan antarnegara dimana barang atau jasa dijual ke luar negeri. Impor adalah perdagangan antarnegara dimana barang atau jasa masuk ke dalam negeri.
Faktor-faktor pendorong perdagangan internasional
1.Perbedaan sumber daya alam
2.Perbedaan jumlah penduduk dan luas wilayah
3.Perbedaan faktor industry
4.Perbedaan kemampuan produksi
5.Motif keuntungan dalam perdagangan
6.Persaingan pengusaha antarbangsa
7.Perbedaan selera
8.Perbedaan tingkat kecerdasan dan peradaban bangsanya
9.Faktor sosial budaya
10.Faktor politik

Manfaat perdagangan internasional
1.Mendatangkan devisa bagi Negara
2.Meningkatkan kualitas konsumsi
3.Meningkatkan hubungan persahabatan antarnegara
4.Memperluas lapangan kerja
5.Meningkatkan daya saing di pasar internasional
6.Mudah memperoleh barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri dalam negeri
7.Meningkatkan jumlah produksi barang ekspor
8.Memperluas pasar hasil produksi dalam negeri
9.Mendorong terjadinya peralihan teknologi dari Negara maju kepada negeri berkembang
10.Meningkatkan ketrampilan, kecerdasan, dan kreativitas tenaga kerja dan pengusaha

Hambatan perdagangan internasional
1.Kesulitan komunikasi antarpelaku perdagangan, karena adanya perbedaan bahasa
2.Kesulitan melakukan transaksi lebih cepat karena adanya perbedaan mata uang
3.Terbatasnya tenaga ahli dalam kegiatan produksi sehingga produk ekspor dalam negeri kalah mutunya dibandingkan produk Negara lain
4.Barang ekspor yang bahan bakunya didatangkan dari luar negeri akan mengakibatkan ketergantungan yang kurang menguntungkan
5.Munculnya kebijakan pemerintah yang menentang perdagangan antarnegara yang bersifat melindungi industry dalam negeri
6.Adanya persaingan dengan negeri lain
7.Prosedur pengurusan ekspor masih berbelit-belit
8.Terjadinya perang
9.Adanya organisasi-organisasi ekonomi regional
10.Perbedaan politik dan militer antarnegara
11.Apabila impor tidak dibatasi, mutu produksi dalam negeri akan kalah bersaing


EKSPOR

-Ekspor adalah pengiriman barang dagangan keluar negri
-Faktor-faktor perkembangan ekspor :
1.Keadaan pasar di luar negeri
2.Kelincahan eksportir untuk merebut pasar dunia

-Langkah-langkah perkembangan ekspor :
1.Melakukan diversifikasi produk ekspor
2.Memberikan fasilitas kepada produsen barang ekspor
3.Mengendalikan harga di dalam negeri
4.Meningkatkan kegiatan promosi dagang di luar negeri
5.Mengadakan perjanjian internasional
6.Menciptakan iklim usaha yang kondusif
7.Melakukan devaluasi


IMPOR
-Impor adalah barang-barang yang dibeli dari luar negeri.
-Kegiatan perdagangan impor terjadi karena :
1.Kegiatan produksi dalam negeri belum dapat menghasilkan sendiri barang-barang tertentu.
2.Barang-barang tersebut telah diproduksi di dalam negeri, namun belum mencukupi kebutuhan dalam negeri.

-Factor kemungkinan harga barang impor dalam negeri lebih mahal dari luar negeri :
1.Negara pengimpor tidak dapat menghasilkan barang tersebut, karena tidak mempunyai bahan bakunya.
2.Negara pengimpor dapat memproduksi barang impor, tetapi biayanya lebih mahal
3.Negara pengimpor sudah menghasilkan sendiri, tetapi jumlahnya belum mencukupi masyarakat.

Elektronika - Komponen Elektronika 3 (DIODA)

Dioda merupakan komponen dengan dua terminal dan terbentuk dari dua jenis semikonduktor (silikon jenis n dan jenis p) yang tersambung. Komponen ini mudah dialiri arus listrik dalam satu arah tetapi amat sukar dalam arah kebalikan nya.

Secara sederhana sebuah dioda bisa kita asumsikan sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari depan katup.

Dioda memiliki 2 buah kaki, anoda dan katoda. Anoda ialah kaki yang mengantarkan arus positif dan katoda sebaliknya, menghantarkan arus negatif. Arus listrik akan mengalir dari anoda ke katoda. Hal ini dinamakan pemberian tegangan maju.




Jenis-jenis dioda berdasarkan fungsinya :
1. Dioda Bridge


dioda bridge adalah sebuah komponen elektronika semikonduktor yang berfungsi sebagai penyearah arus bolak-balik (AC). Disebut dioda bridge karena didalam komponen ini terdapat empat buah dioda yang dihubungkan saling bertemu satu sama lain (bridge rectifier/penyearah jembatan).
Dioda bridge merupakan penyearah arus bolak-balik satu gelombang penuh, jadi akan dihasilkan tegangan DC (searah) yang lebih baik, yang cenderung memiliki noise rendah. Saat ini, dioda bridge banyak digunakan pada perangkat-perangkat elektronika modern, karena memang memiliki kinerja yang baik.
2. Dioda Zener

Dioda zener digunakan untuk regulasi tegangan.
3. LED (Light Emiting Dioda)


Dioda pemancar cahaya atau LED adalah dioda yang memancarkan cahaya bila dipanjar maju. LED dibuat dari semikonduktor campuran, seperti, galium arsenida fosfida (GaAsP), galium fosfida (GaP), gallium indium fosfida (GaInP, dan galium aluminium arsenida (GaAlAs)).
4. Dioda penyearah


Dioda ini disebut juga rectifier yang berfungsi mengubah arus bolak balik menjadi arus searah. Dioda ini diberi kode 1N dan diikuti nomor selanjutnya sesuai dengan nomor dari pabriknya.
Cara menentukan kaki pada dioda penyearah ialah dengan melihat garis yang melintang pada badan dioda tersebut.Kaki yang dekat dengan garis ialah katoda dan sisanya ialah anoda. Hal ini juga berlaku pada simbol dioda yang terdapat pada gambar di bawah ini.

5. Dioda foto
Dioda foto (fotovoltanic) digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik searah.

Pada umunya dioda dibuat dari bahan semikonduktor sbb :
1. Silicon, tegangan yang jatuh pada saat bias maju adalah 0,7 volt.
2. Germanium, tegangan yang jatuh pada saat bias maju adalah 0,3 volt


sumber 1
sumber 2

Elektronika - Komponen Elektronika 2 (KONDENSATOR/KAPASITOR)

2. KONDENSATOR/KAPASITOR
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.


Fungsi kapasitor adalah sebagai berikut :
1. Sebagai filter (penyaring) dalam rangkaian Power Supply,
2. Sebagai Pembangkit frekuensi dalam rangkaian antena ataupun dalam rangkaian lainnya,
3. Sebagai penghubung (coupling) yang menghubungkan masing-masing bagian dalam suatu rangkaian
4. Menghilangkan Loncatan api (bouncing) bila saklar dari beban di pasang.
5. Menghemat daya listrik dalam rangkaian lampu TL
6. Meredam Noise, dll
7. Memisahkan arus bolak-balik dari arus searah.

Sifat Kondensator :
1. Dapat menyimpan arus pada batas tertentu
2. Tidak dapat dilewati arus DC (searah)
3. Dapat dilewati arus AC

Jenis-Jenis Kapasitor
Kapasitor berdasarkan bentuknya :
1. kapasitor silindris
2. kapasitor bola sepusat
3. kapasitor keping sejajar
4. kapasitor balok
5. kapasitor botol leiden
6. kapasitor variable
Kapasitor berdasarkan bentuk dielektriknya :
1. kapasitor keramik
2. kapasitor kertas
3. kapasitor mika
4. kapasitor gas
5. kapasitor vakum
6. kapasitor elektrolit (elco)
Kapasitor berdasarkan kegunaannya :
1. kapasitor tetap
2. kapasitor yang dapat diatur
Kapasitor berdasarkan pemasangannya :
1. Kapasitor berpolar adalah kapasitor mempunyai kutub + dan kutub -, sehingga pemasangannya tidak boleh terbolak-balik. Dipasang pada rangkaian arus searah (DC)
contohnya :
-kondensator elco (eloktrolit)
-kondensator tantalum
2.Kondensator nonpolar
a. kondensator kertas
b. kondensator variabel (varco).
c. kondensator keramik
d. kondensator trimmer
e. kondensator mika
f. kondensator polyster

Macam-macam kondensator
Kondensator elektrolit atau Electrolytic Condenser
(sering disingkat Elco) adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda minus ( – ) adalah kaki negatif. Nilai kapasitasnya dari 0,47 µF (mikroFarad) sampai ribuan mikroFarad dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt.


Kondensator keramik (Ceramic Capacitor)
Bentuknya ada yang bulat tipis, ada yang persegi empat berwarna merah, hijau, coklat dan lain-lain. Dalam pemasangan di papan rangkaian (PCB), boleh dibolak-balik karena tidak mempunyai kaki positif dan negatif. Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko Farad sampai dengan ratusan Kilopiko Farad (KpF). Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt, tetapi ada juga yang sampai ribuan volt.
Contoh misal pada badannya tertulis = 203, nilai kapasitasnya = 20.000 pF = 20 KpF = 0,02 µF.
Jika pada badannya tertulis = 502, nilai kapasitasnya = 5.000 pF = 5 KpF = 0,005 µF


Kondensator variabel dan trimmer
Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar dengan menggunakan obeng.


Kondensator variabel
Kondensator variabel terbuat dari logam, mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100 pF (pikoFarad) sampai 500 pF (100pF = 0.0001µF).
Kondensator variabel dengan spul antena dan spul osilator berfungsi sebagai pemilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap.
Kondensator trimer
Sedangkan kondensator trimer dipasang paralel dengan variabel kondensator berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang frekuensi tersebut.
Kondensator trimer mempunyai kapasitas dibawah 100 pF (pikoFarad).

Kondensator tetap
Kondensator tetap ialah suatu kondensator yang nilainya konstan dan tidak berubah-ubah. Kondensator tetap ada tiga macam bentuk:
Kondensator polyester
Pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik begitu juga cara menghitung nilainya. Bentuknya persegi empat seperti permen. Biasanya mempunyai warna merah, hijau, coklat dan sebagainya.
Kondensator kertas
Kondensator kertas ini sering disebut juga kondensator padder. Misal pada radio dipasang seri dari spul osilator ke variabel condensator. Nilai kapasitas yang dipakai pada sirkuit oscilator antara lain:* Kapasitas 200 pF – 500 pF untuk daerah gelombang menengah (Medium Wave / MW) = 190 meter – 500 meter.
*Kapasitas 1.000 pF – 2.200 pF untuk daerah gelombang pendek (Short Wave / SW) SW 1 = 40 meter – 130 meter.
* Kapasitas 2.700 pF – 6.800 pF untuk daerah gelombang SW 1, 2, 3 dan 4, = 13 meter – 49 meter.Nilai kapasitasnya ada yang tertulis langsung ada juga ada pula yang memakai kode warna.


Kapasitansi

Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :

Q = C.V
ket :
Q = Muatan elektron dalam C (coulombs)
C = Nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = Besar tegangan dalam V (volt)

Untuk rangkain elektronik praktis, satuan farads adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F), nF (10-9 F) dan pF (10-12 F). Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047uF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.

1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)
1 µF = 10-6 F
1 nF = 10-9 F
1 pF = 10-12 F

Cara Membaca Kondensator

Catatan khusus kondensator
a. Untuk kondensator elektrolit, varco, trimer dan kertas nilai kapasitasnya tertulis di badanya.
contoh : 100 µF/15V
artinya : kondensator itu berkapasitas 100 µF dengan tegangan maksimum 15V.

b. Kondensator keramik, mika, kertas cara menghitung kapasitasnya sbb :
1. angka pertama merupakan angka pertama
2. angaka kedua merupakan angka kedua
3. angka ketiga merupakan jumlah nol
contoh : kondensator tertulis 103 = 10 x 1000 pf


Prinsip Kerja Kapasitor / Kondensator :
Pada saat kapasitor dialiri arus listrik maka kapasitor akan menyimpan muatan dan selama kapasitor belum terisi penuh maka proses penyimpanan akan terus berjalan sampai penuh dan kapasitor akan berhenti menyimpan. Kapasitor akan melepas / membuang muatan nya apa bila salah satu kakinya mendapat potensial yang lebih rendah ( tegangan negatif ), Jika selama proses penyimpanan terjadi hal ini maka muatan akan tetap dilepaskan walaupun proses penyimpanan belum selesai ( kapasitor belum terisi penuh).

sumber 1

Elektronika - Komponen Elektronika 1 (RESISTOR)

Komponen elektronika terbagi atas 2 jenis :
1. Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik. resistor, kapasitor, induktor dan transformator
2. komponen aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. contoh komponen aktif adalah Dioda (dioda foto, dioda cahaya, dioda laser, dioda Zener dioda Bridge), Dioda Schottky, Transistor (Transistor efek medan, Transistor bipolar, Transistor IGBT, Transistor Darlington, Transistor foto)

1. RESISTOR

Resistor adalah komponen elektronika berjenis pasif yang mempunyai sifat menghambat arus listrik Satuan nilai dari resistor adalah ohm, biasa disimbolkan Ω, diambil dari nama George Simon Ohm. Biasanya digunakan prefix miliohm, kiloohm dan megaohm.

Fungsi dari Resistor adalah :
1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.

Resistor berdasarkan nilainya dapat dibagi dalam 3 jenis yaitu :
1. Fixed Resistor/resistor tetap adalah resistor yang nilai hambatannya tetap. Biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian serta memperbesar dan memperkecil tegangan.
2. Variable Resistor/resistor variabel adalah resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah. Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus), tone control pada sound system, pengatur tinggi rendahnya nada (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan. Misalnya : potensiometer, trimpot (trimmer potensiometer), rheostat, multiturn.
3. Resistor Non Linier adalah resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan cahaya.

Resistor Tetap
ini adalah gambar-gambar resistor tetap :
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1.Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya resistor tersebut.
2.Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut.
3.Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.

Resistor Variabel
ada beberapa contoh resistor variabel, antara lain :
1. Trimpot : Yaitu resistor variabel yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng.

2. Potensiometer : Yaitu resistor variabel yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.



3. Reostat : yaitu resistor variabel yang nilai hambatannya dapat diubah dengan cara menggesernya.

Resistor Non Linier
PTC : Positive Temperatur Coefisien
jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya.

NTC : Negative Temperatur Coefisien
jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya.


LDR : Light Dependent Resistor
jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya.

Mengetahui Nilai Resistor

nah, dengan panduan dari tabel diatas, kita bisa mencari nilai resistor dengan mudah asalkan kita tahu, bagaimana caranya.
tentunya, disini saya akan berbagi tentang bagaimana cara membacanya.

warna gelang pertama menentukan angka pertama (kita hatus lihat pada tabel 'pita pertama'). warna gelang kedua menetukan angka kedua (kita harus lihat pada tabel 'pita kedua'). warna gelang ketiga menentukan jumlah nol atau juga angka pengali (lihat tabel 'pita ketiga').

misalkan saja seperti ini. warna gelang pertama, kedua dan ketiga secara berturut-turut adalah hijau, cokelat, merah. Jadi :
Hijau = 5
cokelat = 1
merah = 100
maka, nilai resistornya adalah 51 x 100 = 5100 ohm.
tidak susah kan? :)

untuk pita ke empat, itu adalah nilai toleransinya.
misalkan pita keempat adalah warna perak, maka nilai resistornya adalah 5100 ohm dengan toleransi kurang lebih 10%

sumber 1
sumber 2
sumber 3
sumber 4

Rhombus


The difinition of rhombus :
- A quadirateral with four equal sides.
- Rhombus can be formed by combining two congruence isosceles triangles through its bases.
- If both diagonals of a quadrilateral are perpendicular and bisect each other.

The properties of rhombus :
1. Have 4 sides. All sides are equal
2. Opposite angle of rhombus are equal.
3. The diagonal divide it to be two part with same length and upright
4. Both diagonals are perpendicular. This means the intersection of the diagonals of a rhombus form 90 (right angle).
5. The sum of two adjacent angles is 180. Adjacent sides (ones next to each other) of a rhombus are supplementary. This means that their measures add up 180.